putri kecilmu yang dulu selalu kalian elus ubun-ubunnya ini,kini sudah beranjak dewasa. kelak putrimu jauh nanti ,, putrimu selalu mengharapkan doa dan dukungan kalian,
maafkan putri kecil kalian yang masih rentan membedakan antara anugerah ilahi dan nafsu setan,
terimakasih juga atas maaf kalian untukku yang tak kuminta
aku tau suatu saat nanti kalian akan cemburu pada seseorang yang akan merubah putri kecil kalian ini menjadi teman hidupnya,yang dengan tegas kalian tanya kesiapannya mengkhitbahku.
aku bersamanya bukan berarti meninggalkan kalian,bagiku kalian tetap manusia terhebat kedua setelah rosulullah.
mungkin nanti aku bukan putri kecil kalian lagi,tapi aku janji mulai saat ini aku akan berusaha menjadi putri yang sesungguhnya untuk kalian dan Tuhanku seperti harapan kalian.
weeewwww ceuu ... :-)
BalasHapus